Home / Liputan

Thursday, 4 February 2021 - 18:44 WIB

Cara Bodoh Memprovokasi Barcelona

Para pemain Barcelona merayakan gol kemenangan yang dicetak ke gawang Granada dalam partai Copa del Rey. Barcelona akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak mendapatkan tiket ke semifinal Copa del Rey

Para pemain Barcelona merayakan gol kemenangan yang dicetak ke gawang Granada dalam partai Copa del Rey. Barcelona akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak mendapatkan tiket ke semifinal Copa del Rey

Dalam partai-partai hidup mati, ada banyak cara untuk memprovokasi tim sekelas Barcelona. Gunakan salah satu dari antaranya tapi bukan dengan mengendorkan pertahanan setelah engkau dan timmu unggul dua gol atas mereka.

Jika engkau memilih memprovokasi mereka dengan dua gol di babak pertama, percayalah nasibmu tidak akan lebih baik dari yang dialami Granada pada partai Copa del Rey yang digelar di Estadio Nuevo Los Carmenes, Kamis (04/02/2021) dini hari WIB.

Setelah unggul dua bola di babak pertama, Granada justeru kecolongan di lima menit akhir pertandingan. Kecolongan itu harus dibayar mahal. Pertandingan terpaksa dilanjutkan ke babak tambahan. Dalam waktu 2X15 menit itulah Barcelona berbalik unggul.

Bermain di kandang sendiri, Granada unggul lebih dulu atas Barcelona melalui gol Kenedy pada menit ke-33 dan Roberto Soldado pada menit ke-47. Akan tetapi, sebelum laga berakhir, anak-anak asuhan Roenald Koeman berhasil menyamai kedudukan melalui gol Antonio Griezmann pada menit ke-87 dan Jordi Alba pada menit ke-90+2.

Baca Juga :  Liga Europa: Bayer Leverkusen Puji Lawannya, Inter di Perempat Final

Pada tahun-tahun ketika Manchester United dipegang Sir Alex Ferguson, bahwa menjebol gawang setan merah (julukan Manchester United) adalah tindakan provokasi yang bakal dibalas dengan kejam. Baik Sir Alex maupun para penggermar United sangat menyukai asumsi semacam itu.

Asumsi itu melahirkan setidaknya dua sikap dalam diri para lawan United masa itu. Mereka menjadi takut lalu kecolongan atau menjadi semakin berhati-hati lalu kemudian mati-matian mempertahankan keunggulan.

Sebagian besar tim yang sedang bermain melawan Manceshter United era Ferguson tidak dapat bersantai meskipun mereka dalam posisi unggul atas United. Mereka tahun dengan sangat baik bahwa sebelum peluit panjang berbunyi, pasti akan ada badai yang menghantam pertahanan mereka.

Baca Juga :  Timnas U-19 Segera Terbang ke Kroasia Untuk Jalani TC

Gaya United era Ferguson hampir serupa dengan apa yang diterapkan Barcelona setidaknya dalam partai dini hari tadi (Kamis, 04/02/2021). Dua gol tuan rumah telah memprovokasi badai yang menghantam mereka dua kali, yakni pada menit ke-87 dan 90+2.

Tidak hanya sampai di situ, pada babak tambahan, badai itu semakin menjadi-jadi. Hujan gol menghantam dan memporakporandakan Nuevo Los Carmenes. Dalam kurun waktu 30 menit tambahan, mereka dibombardir tiga gol.

Ketika peluit panjang tanda akhir pertandingan berbunyi, papan skor menunjukkan angka 3 dan 5: Granada 3-5 Barcelona.

Baca Juga: Drama Delapan Gol di Nuevo Los Carmenes

Share :

Baca Juga

Liputan

Seberapa Hebat Barcelona Tanpa Messi?

Liputan

Pelatih AC Milan Stefano Pioli Positif Corona

Liputan

Giggs Takut Manchester United Puasa Gelar 20 Tahun
Timnas Indonesia U-19 masih menjalani program pemusatan latihan di Kroasia. Shin Tae-yong menilai otot para pemain masih kurang dan kelihatan mudah lelah.

Liputan

Timnas U-19 Dinilai Kurang Berotot, Shin Tae-yong Lakukan Ini
Arsenal kalah Liverpool lewat drama adu pinalti

Liputan

Community Shield: Arsenal Kalahkan Liverpool Lewat Drama Adu Pinalti
Perubahan Jadwal Uji Coba Timnas U-19 di Kroasia

Liputan

Alami Perubahan, Ini Jadwal Terbaru Uji Coba Timnas U-19 di Kroasia

Liputan

Rentetan Kemenangan Atletico Madrid Terputus di Wanda Metropolitano

Liputan

Intip Persiapan Persipura Jelang Bergulirnya Kembali Shoope Liga 1 2020