Home / Liputan

Saturday, 19 December 2020 - 12:21 WIB

Kuda Hitam Liga Inggris Layu Sebelum Berkembang

Tim-tim kuda hitam menjadi fenomena di Liga Inggris musim ini merujuk pada Southampton yang sukses bertengger di peringkat ketiga klasemen hingga pekan ke-13.

Akan tetapi, sejak Leicester City juara Liga Inggris 2015/2016, belum ada lagi tim kuda hitam yang setangguh dan sekonsisten The Foxes. Leicester merupakan kuda hitam Premier League sebenarnya.

Baca juga : Tottenham vs Leicester, Rekor Mourinho Nyaris Sempurna

Sebelum Liga Inggris 2020/2021 dimulai, nama-nama seperti Newcastle United, Everton, hingga klub promosi Leeds United disebut sebagai calon kuda hitam.

Ketika musim 2020/2021 berjalan, Newcastle dan Everton berlomba-lomba menunjukkan diri sebagai kuda hitam di Liga Inggris.

Sedangkan posisi Leeds digantikan Aston Villa dan Southampton. Mereka bertekad menembus papan atas guna merusak peta dominasi ‘big sixs’ atau tim-tim besar di Premier League sejauh ini.

Meski demikian, sampai dengan pekan ke-13, tim-tim kuda hitam itu tidak bertahan lama di papan atas, cenderung kerap bergantian muncul di posisi empat besar.

Baca Juga :  Fakta Jelang Liverpool vs Ajax dalam laga Liga Champions

Newcastle mencoba memberikan kejutan dengan meraih peringkat keempat pada pekan pertama. Namun di pekan kedua giliran Everton di posisi kedua serta Crystal Palace di tempat kelima.

Pada pekan ketiga Liga Inggris musim ini, Leicester di posisi puncak, disusul Everton di tempat ketiga dan Villa di tempat keempat.

The Toffees kemudian di posisi teratas selama tiga pekan, pekan keempat hingga keenam. Sedangkan Aston Villa dua pekan di posisi kedua (pekan keempat dan lima), serta di posisi ketiga di pekan keenam.

Penurunan posisi dimiliki Everton di pekan ketujuh dengan menempati peringkat keempat, sementara Southampton mulai menanjak di posisi kelima.

Tim asuhan Carlo Ancelotti tersebut hilang dari posisi empat besar pada pekan kedelapan usai kalah 1-3 dari Manchester United. Sebaliknya readyviewed Southampton di posisi keempat setelah menang 2-0 atas Newcastle.

Southampton kembali menggebrak sejak pekan ke-11 hingga 13. Sukses menahan imbang Arsenal 1-1 pada Kamis (17/11) dini hari waktu Indonesia mengantarkan The Saints ke posisi ketiga klasemen hingga saat ini.

Baca Juga :  Eks Pelatih Arsenal Ini Mau Menghapus UEFA Nations League, Mengapa?

Aston Villa berpotensi mengikuti jejak Southampton yang bisa kembali ke papan atas. Sampai dengan pekan ke-13, Villa baru memainkan 11 pertandingan, menempati peringkat ke-11, dan mengoleksi 19 poin.

Seandainya saja The Villa memenangi dua laga lain dan konsisten meraih hasil positif, maka mereka berpotensi menembus papan atas. Sebagai contoh, apabila saat ini Villa bisa menang dalam dua laga yang belum dimainkan, tim asuhan Dean Smith itu akan meraih 25 poin dan menempati peringkat ketiga klasemen.

Meski demikian, sampai dengan saat ini kebanyakan tim kuda hitam hanya bisa mengejutkan pada 10 pertandingan pertama, terhitung sejak Leicester juara di musim 2015/2016. Selebihnya, papas atas Liga Inggris tetap milik tim-tim besar lama seperti Manchester City, Liverpool, Chelsea, Man United, Arsenal, hingga Tottenham.

Share :

Baca Juga

Kedatangan Federico Chiesa ke Juventus dari Fiorentina memperkuat daya serang tim. Selain itu, juga menambah deretan WAGs yang mempesona bernama Benedetta Quagli.

Liputan

Pesona Juggling Manja, WAGs Chiesa Ini Bikin Mata Tak Berkedip

Liputan

Sempat Tertinggal, Akhirnya Sevilla Keluar Sebagai Juara Liga Europa

Liputan

Jose Mourinho Isyaratkan Tottenham Masih Belanja Pemain

Liputan

Frustrasi Karena Tertinggal, Messi Jotos Lawan

Liputan

Van Dijk Mulai Latihan Usai Cedera Parah

Liputan

“Barcelona Makin Jelek!” Kata Legenda Barcelona. Kok Bisa?

Liputan

Sebuah Anomali di Balik Kehancuran Liverpool oleh Arsenal di Anfield

Liputan

Real Madrid Segera Putuskan Nasib Incaran Manchester United dan Arsenal