Home / Liputan

Wednesday, 23 December 2020 - 19:47 WIB

Rencana Terburuk Arsenal Jika Terdegradasi

Soccer Football - Europa League - Group B - Dundalk v Arsenal - Aviva Stadium, Dublin, Ireland - December 10, 2020 Arsenal players during a minute's silence in memory of Paolo Rossi before the match REUTERS/Lorraine O'sullivan

Soccer Football - Europa League - Group B - Dundalk v Arsenal - Aviva Stadium, Dublin, Ireland - December 10, 2020 Arsenal players during a minute's silence in memory of Paolo Rossi before the match REUTERS/Lorraine O'sullivan

Musim ini bisa dibilang adalah musim paling mengecewakan untuk Arsenal. Digadang-gadang akan ikut bersaing bersama tim besar lainnya untuk memperebutkan gelar Liga Primer. Nyatanya harapan tersebut malah terlampau tinggi diwujudkan oleh Arsenal. Buktinya adalah alih-alih berada di papan atas klasemen nyatanya Arsenal malah terjungkal di papan 15 klasemen. Sebuah posisi klasemen yang bukan hanya jauh dari kemungkinan mendapatkan gelar Liga Inggris tapi juga kemungkinan besar malah akan Arsenal terdegradasi.

Kondisi ini pastinya membuat posisi Arsenal berada di posisi ujung tanduk. Sesuatu yang kemudian membuat manajemen tim Arsenal mulai memikirkan sekaligus mempersiapkan tim untuk kemungkinan terburuknya. Tentunya kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi adalah mereka akan terdegradasi dan mesti berkompetisi di kompetisi Championship atau divisi kedua.

Baca Juga :  Bek Arsenal Pertimbangkan Untuk Hengkang, Ini Alasannya

Hal yang kemudian membuat tim Arsenal mulai memikirkan kemungkinan sekaligus rencana terburuk apabila kemudian di akhir musim nanti ternyata mereka benar-benar terdegradasi. Rencana terburuk tersebut adalah dengan tim akan tegas segera memotong gaji pemain tanpa terkecuali.

Baca Juga: Bantai Arsenal 4-1, Man City Lolos ke Semifinal Piala Liga

Seperti yang diketahui bahwa rata-rata pemain yang bermain untuk Arsenal dibanderol dengan gaji yang mahal. Hal tersebut tentunya tergolong wajar apabila mengingat bahwa tim Arsenal diisi oleh banyak pemain terkenal. Namun sayangnya, hal tersebut sama sekali tidak berdampak pada performa yang ditunjukkan tim hingga sejauh ini. Terjebak di posisi kelima belas klasemen tentunya hal yang tergolong sangat memalukan.

Ancaman potongan gaji yang direncanakan oleh manajemen tentunya bisa menjadi motivasi tersendiri bagi pemain Arsenal. Agar mereka mampu meningkatkan performa dan permainan mereka. Supaya tim Arsenal bisa menjauhi jurang degradasi.

Baca Juga :  Mourinho Ngambek, Laga Spurs Menjamu Newcastle Berakhir Imbang 1-1

Meski begitu, selaku pelatih Arsenal yaitu Mikel Arteta mengatakan bahwa dia akan tetap tenang dan juga ingin para pemainnya melakukan hal yang sama. Memang benar, bahwa posisi tim Arsenal memang sedang berada di ujung tanduk. Meski begitu, kepanikan hanya akn memperburuk keadaan saja dan membuat permainan Arsenal menjadi tidak fokus.

“Saya pikir ketika di tahun lalu, posisi kami juga tidaklah terlalu menguntungkan. Meski begitu, kamu bertahan dan kemudian melewatinya dengan baik. Sekarang kami hanya perlu tenang dan fokus. Untuk bisa mendapatkan poin pada pertandingan berikutnya.” Ungkap Arteta.

Share :

Baca Juga

Liputan

PSG vs Man Utd: De Gea Buat Pusing Neymar dan Mbappe

Liputan

2 Permintaan Messi Sebelum Gabung Manchester City

Liputan

Liga Spanyol Batasi Gaji, Barcelona Paling Parah

Liputan

Napoli Jadi Klub Ketiga Pemain Gagal Chelsea
Sepak Bola

Liputan

Sepak Bola Nasional: Jonathan Bauman Ikuti Jejak Gomez

Liputan

Manchester United: Galak di Luar, Melempem di Rumah
Fulham vs Arsenal menjadi laga pembuka Liga Inggris musim 2020/21. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh The Gunners dengan tiga gol tanpa balas.

Liputan

Fulham Vs Arsenal: Kilau Gabriel Megalhaes di Laga Debutnya

Liputan

Everton vs Chelsea: Lampard Melawan Guru