Home / Liputan

Tuesday, 24 November 2020 - 22:27 WIB

Seberapa Hebat Barcelona Tanpa Messi?

Barcelona dilanda sejumlah permasalahan, termasuk tanpa Lionel Messi, jelang bertamu ke Dynamo Kiev di matchday keempat Liga Champions.

Pelatih Ronald Koeman sudah menyatakan tak akan menyertakan kapten mereka itu melawan Kiev. Nama Frenkie De Jong juga tak ada dalam daftar skuad yang dibawa ke Ukraina.

Baca juga : Prediksi Formasi Barcelona Tanpa Messi di Liga Champions

Koeman beralasan keduanya telah memainkan banyak pertandingan. Sementara di depan, jadwal begitu padat sudah menanti.

Masalahnya, Blaugrana juga dilanda badai cedera. Dimulai dari bek muda asal Uruguay, Ronald Araujo yang cedera beberapa minggu lalu, serta Samuel Umtiti yang juga belum kunjung pulih. Keduanya sejak awal sudah diragukan tampil melawan Kiev.

Daftar itu tambah panjang setelah dua bek mereka, Sergi Roberto dan Gerrard Pique ikut-ikutan cedera. Keduanya mengalami cedera saat kalah melawan Atletico Madrid akhir pekan kemarin.

Praktis Barcelona hanya punya satu bek tengah, yakni Clement Lenglet saat menghadapi Kiev. Koeman pun dikabarkan telah membawa bek dari tim B, Oscar Mingueza yang kemungkinan akan diduetkan bersama Lenglet di jantung pertahanan.

Baca Juga :  Dua Gol Giveaway dari Varane Bawa City Lolos Ke Perempat Final

Sementara Sergio Busquets dan Ansu Fati sudah lebih dulu cedera. Keduanya sudah absen saat Barcelona bertandang ke Atletico.

Padahal selama ini Koeman selalu mengandalkan mereka. Busquets kerap menjadi pilihan utama sebagai satu dari dua pivot di tengah. Sedangkan Fati sering dipercaya menempatkan satu pos di lini serang.

Tentu kehilangan Fati sebuah kerugian besar. Pemain Spanyol berdarah Guinea-Bissau itu tengah menanjak.

Musim ini saja, dia sudah mencetak lima gol dari 10 kali penampilan. Empat gol di Liga Spanyol dan satu di Liga Champions.

Dia merupakan top skor Barcelona sementara ini di bawah Messi yang sudah mengoleksi enam gol dari 11 penampilan di seluruh ajang.

Koeman tentu harus putar otak dalam meracik strategi. Salah memainkan pemain bisa berakibat fatal.

Di depan Azulgrana memang masih punya stok pemain seperti Antoine Griezmann, Martin Braithwaite, Francisco Trincao, dan Ousmane Dembele.

Dari nama-nama itu, hanya Griezmann dan Dembele yang sudah beberapa kali jadi starter. Sedangkan Trincao, apalagi Braithwaite belum dipercaya sepenuhnya. Mereka kerap hanya turun di 15 atau 10 menit akhir pertandingan.

Baca Juga :  Proses Naturalisasi Disetujui, Marc Klok Siap Bela Timnas Indonesia

Filosofi itu yang kini perlahan memudar dalam permainan Barcelona saat ini, terlebih Koeman mengubah pakem dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1.

Koeman terlihat tak memfokuskan ball possesion lagi pada para pemainnya. Secara permainan Barcelona kini kerap tanpa pola yang jelas. Mereka memang masih melakukan operan-operan pendek namun tampak berputar-putar tanpa tujuan.

Semua permasalahan itu, ditambah masalah internal pada manajemen Barcelona, menjadi jawaban mengapa Barcelona mencatatkan start terburuk dalam 25 tahun terakhir.

Tentu saja itu semua juga masih akan terlihat pada pertandingan melawan Kiev. Tanpa badai cedera dan absennya Messi saja di leg pertama, Kiev sudah menunjukkan betapa bahayanya mereka memanfaatkan peluang.

Koeman harus pintar meramu strategi dan memberi arahan jelas kepada para pemainnya agar bisa bermain bagus dan kompak melawan Kiev. Jika tidak, jangan harap mereka bisa membawa pulang tiga poin, karena satu poin saja sudah jadi hal yang sangat disyukuri.

Share :

Baca Juga

Sevilla

Liputan

Kutukan Semifinal Bagi Solskjaer, Sevilla ke Final Liga Europa 19/20

Liputan

Terlalu Bergantung pada Firmansah, Liverpool Diminta Datangkan Penyerang Anyar

Liputan

Duo Madrid Berbagi Angka

Liputan

Kalahkan PSG 1-0, Bayern Raih Trofi UCL Keenam dan Treble Winner
Gol Terbanyak

Liputan

5 Klub Benua Biru yang Cetak Gol Terbanyak di Liga Domestik 2019/2020

Liputan

Arsenal Mau Pinjamkan Beknya ke Klub Championship

Liputan

Waduh! Lionel Messi Mengundur Kepergiannya ke Paris, Ragu Gabung PSG Nih?

Liputan

Matip Cedera, Liverpool Hampir Kehilangan Semua Bek Senior