Home / Liputan

Tuesday, 16 February 2021 - 10:33 WIB

Taktik Jitu Thomas Tuchel

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel. Sejauh ini sang juru taktik telah membawa Chelsea meroket.

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel. Sejauh ini sang juru taktik telah membawa Chelsea meroket.

Setelah menang 2-0 atas Newcastle dalam Matchday ke-24 Liga Inggris, Selasa (16/02/2021), Chelsea menggeser Liverpool di papan klasemen dan kemudian menduduki urutan keempat setelah Manchester City, Manchester United, dan Leicester City.

Sebelum menang atas Newcastel, mereka melakoni enam partai tak terkalahkan: sekali imbang, lima kali menang. Dibawah arah Thomas Tuchel, The Blues (julukan Chelsea) belum pernah disentuh kekalahan. Rasio gol dari semua kemenangan itu pun menarik: delapan kali membobolkan dan hanya sekali kebobolan.

Ini merupakan statistik yang menarik untuk dikaji. Taktik apa yang digunakan oleh Thomas Tuchel sehingga Chelsea bisa memperoleh hasil pertandingan semacam ini?

Taktik Tuchel

Banyak orang mencari-cari perbedaan antara taktik Tuchel dan taktik pelatih Chelsea sebelumnya, Frank Lampard. Satu perbedaan yang paling kentara adalah kenyataan bahwa Chelsea era Tuchel tampil lebih baik bila dibandingkan dengan dengan era Lampard.

Baca Juga :  Dapat Bye, Tottenham Jumpa Chelsea di Babak 16 Besar Carabao Cup

“Secara umum,” kata bek Chelsea, Antonio Rudiger kepada Sky Sport “dalam keseluruhan musim, dalam hal pertahanan, dibandingkan musim lalu kami bermain dengan sangat baik.”

Kemudian Rudiger secara lebih terperinci memberikan alasan mereka bermain lebih baik ketimbang musim lalu. Menurut dia, Chelsea di bawah Tuchel lebih berinisatif memberikan tekanan tinggi pada lawan di area permainan lawan sendiri. Mereka lebih banyak merebut bola ketika masih berada di area lawan ketimbang menunggu lawan menggiring bola masuk ke area sekitar 16 meter pertahanan mereka.

“Itu juga dimulai dengan Lampard dan sekarang pelatih punya rencana yang berbeda, yakni menahan lawan di wilayahnya sendiri dan merebut bola di sana ketimbang merebutnya di wilayah kami,” ujar pemain bertahan berpaspor Jerman itu.

Baca Juga :  Hanya 6 Klub Liga 1 yang Lolos AFC Club Licensing 2020, Ini Daftarnya

Tentang Tuchel

Tuchel datang ke Stamford Bridge dengan harapan memperbaiki keadaan Chelsea yang mulai merosot di era kedua kepelatihan Frank Lampard. Salah satu cara yang perlu dia lakukan ialah mengenal para pemainnya, baik karakter maupun gaya permainan mereka.

Dan dia cukup berhasil. Menurut Rudiger, mantan pelatih Paris Saint Germain dan Borussia Dortmund itu mengenal dengan baik anggota timnya. Pengenalan itu membuat dia tahu persis hal yang diinginkan setiap anak asuhnya.

“Saya pikir pelatih tahu apa yang dia inginkan. Dia punya cara bermain dan anda bisa melihatnya dari pertandingan, pemain beradaptasi dengan cepat.”

Baca juga Analisis Arsene Wenger Atas Kejatuhan Liverpool

Share :

Baca Juga

Liputan

Menang Atas PSG, Manchester United Bukukan Rekor Baru

Liputan

Liverpool dalam Masalah, Andrew Robertson Alami Cedera
Hasil laga persahabatan atau International Friendly Match mempertemukan Jerman melawan Turki berakhir dengan skor imbang 3-3.

Liputan

Hasil Laga Persahabatan: Jerman Vs Turki, Portugal Vs Spanyol Imbang

Liputan

Kalah dari Tottenham, Manchester City Incar Harry Kane

Liputan

Klopp Tak Sabar Bermain Kontra Real Madrid tanpa Ronaldo
UEFA (Otoritas Sepak Bola Eropa) telah mengumumkan nominasi pelatih terbaik 2020 untuk kategori tim putra pada Rabu (23/9/2020) lalu.

Liputan

Tiga Juru Taktik Asal Jerman Pimpin Nominasi Pelatih Terbaik UEFA

Liputan

Marko Grujic Resmi Dipinjamkan Liverpool ke FC Porto Selama Satu Musim

Liputan

Jadwal Siaran Langsung UEFA Nations League, Portugal Lawan Prancis