Home / Liputan

Thursday, 1 April 2021 - 15:55 WIB

Toni Kroos Kembali Kecam Piala Dunia Qatar, Ini Tiga Alasan Utamanya

Bintang Real Madrid dan Timnas Jerman Toni Kroos melancarkan kritikan terhadap penyelenggaraan Piala Dunia di Qatar.

Bintang Real Madrid dan Timnas Jerman Toni Kroos melancarkan kritikan terhadap penyelenggaraan Piala Dunia di Qatar.

Keputusan untuk menyelenggarakan Piala Dunia di Qatar kembali dikecam oleh gelandang Real Madrid dan Timnas Jerman, Toni Kroos. Tidak hanya sang gelandang, seluruh anggota Timnas Jerman pun melancarkan aksi protes yang sama.

Dalam partai terakhir Der Panzer, Toni Kroos tidak ikut merumput karena alasan cedera. Aksi protes itu dilancarkannya melalui podcast miliknya, Einfach mal Luppen, yang dikelola bersama saudaranya, Felix.

Ada tiga alasan utama Kroos melancarkan aksi protes terhadap penyelenggaraan Piala Dunia di Qatar itu, yakni kondisi para pekerja, Qatar menolak homoseksualitas serta menghukum warga negara dengan pilihat privat yang tidak hetero, dan juga karena Qatar bukan negara sepak bola.

“Yang pertama adalah kondisi para pekerja. Kemudian fakta bahwa homoseksualitas dihukum di Qatar. Berikutnya adalah fakta bahwa Qatar bukanlah negara sepak bola,” ungkapnya.

Baca Juga :  Otoritas Liga Spanyol Akui Lionel Messi Mesin Uang

“Banyak pekerja bekerja tanpa beristirahat padahal suhu udara di sana bisa mencapai 50 drajat Celsius. Mereka kerap kekurangan makanan dan minuman. Itu keterlaluan mengingat suhu udara yang sangat tinggi di sana. Para pekerja itu juga tidak memiliki jaminan kesehatan dan kerap disiksa,” lanjut gelandang pilihan utama Real Madrid itu.

Protes Der Panzer

Tidak hanya Toni Kroos, seluruh skuad Jerman pun melancarkan protes yang sama. Pada momen menjelang laga melawan Makedonia Utara (Kamis, 01/04/2021), mereka memperlihatkan spanduk bertuliskan Wir sin 30! dalam kombinasi warna hitam-emas.

Baca Juga :  Kutukan Semifinal Bagi Solskjaer, Sevilla ke Final Liga Europa 19/20

Kalimat dalam bahasa Jerman itu mengacuh pada tiga puluh butir deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aksi protes itu dipandang baik oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman, Fritz Keller. Sang presiden menonton langsung partai yang digelar di Duisburg itu.

Ini merupakan kali ketiga Timnas Jerman memprotes pelanggaran HAM dan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Qatar.

Sebelum laga melawan Islandia pada pada Kamis (25/03/2021) lalu, mereka mengenakan kaos bertuliskan Human Right. Tiga hari kemudian, yakni pada Minggu (28/03/2021), mereka membalikkan jersey mereka yang menampilkan nomor deklarasi HAM PBB.

Baca Juga : Tersandung Kasus Penistaan Agama, Ini Hukuman Untuk Gianluigi Buffon

Share :

Baca Juga

Liputan

Chelsea Hentikan Atletico

Liputan

Real Madrid Menang hingga Klopp Temukan Philipp Lahm Muda
Pertandingan perdana putaran ketiga Carabao Cup antara Leyton Orient vs Tottenham Hotspur pada Rabu (23/9/2020) resmi ditunda.

Liputan

18 Pemain Leyton Positif COVID-19, Laga Lawan Spurs Ditunda

Liputan

Menpora Puji Komitmen Surabaya Gelar Piala Dunia U-20 2021

Liputan

Cara Bodoh Memprovokasi Barcelona

Liputan

Tukang Makan Gaji Buta itu Bernama Eden Hazard
Selain mengundi fase grup Liga Champions 2020/21, UEFA juga mengumumkan penghargaan individual untuk musim 2019/20, Kamis (1/10) malam WIB di Swiss.

Liputan

Daftar Pemenang Gelar Individu UEFA 2020: Bayern Munchen Memborong

Liputan

Hasil EFL Cup: Liverpool Lagi-lagi Dominasi Arsenal