Home / Liputan

Monday, 22 March 2021 - 20:42 WIB

Total Football ke Tiki-taka, Resep Kesuksesan Ajax Amsterdam dan Barcelona

Para pemain Barcelona merayakan gol kemenangan ke gawang Alaves

Para pemain Barcelona merayakan gol kemenangan ke gawang Alaves

Total Football adalah taktik permainan dalam sepak bola yang memungkinkan semua pemain bertukar posisi (permutasi posisi) secara konstan sambil menekan pemain lawan yang menguasai bola.

Tim yang bermain menggunakan taktik ini harus memiliki keseimbangan yang matang antara lini depan dan belakang serta para pamainnya memiliki fisik prima untuk bermain sepanjang 90 menit pertandingan.                                                                                

Ada tiga prinsip utama dalam Total Football, yakni menjauhkan bola dari gawang sendiri, mencegah tim lawan melakukan operan dengan cara menekan pergerakan mereka secara agresif, dan menghambat pergerakan striker lawan. Bagi pemain bertahan, mereka bertugas merebut bola dari tim lawan dan segera mengopernya.

Baca Juga :  Barcelona Siap Tukar Pemain ke Atletico Madrid

Total Football dikenal sebagai taktik yang lahir di Belanda. Pada laga Piala Dunia tahun 1974, Timnas Belanda berhasil mencuri perhatian dunia dengan permainan ini. Ajax Amsterdam, ketika ditangani Rinus Michels pada era 1946-1958 juga meraih keberhasilan dengan taktik ini.

Kerja sama tim menjadi kunci utama penerapan strategi ini. Michels memformat para pemainnya menjadi pemain serba bisa. Dua nama yang memimpin kesuksusan Ajax Amsterdam era itu adalah Johan Cruyff dan Johan Nerskeens.

Tiga puluh tahun kemudian, ketika melatih Barcelona era 1988-1996, Johan Cruyff membawa taktik itu ke Spanyol. Bersama El Barca, Total Football dimodifikasi dengan menitikberatkan pada operan dekat, perpindahan pemain, dan operan jauh.

Baca Juga :  Sepak Bola Nasional: Jonathan Bauman Ikuti Jejak Gomez

Pada Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012, Timnas Spanyol menggunakan taktik total football modifikasi ini. Mereka mendulang sukses besar.

Sampai sekarang, El Barca masih menggunakan taktik ini dan bahkan sudah mendarah daging. Bersama Barca, total football modifikasi atau tiki taka ini mencapai puncak kejayaannya sepanjang dekade 2010-2019 di bawah Trio Messi, Xavi dan Iniesta.

Walaupun sekarang, tiki-taka El Barca masing sangat menakutkan, tapi sudah tidak segarang ketika digawangi Messi, Xavi dan Iniesta.

Share :

Baca Juga

Liputan

Perbedaan peran False Nine dan Penyerang Konvensional dalam Sepak Bola

Liputan

Barcelona Tak Lagi Tertarik, Milan Bakal Kembali Bidik Depay?

Liputan

Giggs Takut Manchester United Puasa Gelar 20 Tahun

Liputan

Hasil Liga Italia: Hujan Gol, Inter Milan Tundukkan Fiorentina

Liputan

Timnas U-19 Akan Hadapi Kroasia, Bulgaria, dan Arab Saudi di Kroasia

Liputan

Juventus Dibenamkan Porto di Estadio do Dragao

Liputan

Tidak Hanya Barcelona, Agen Haaland Juga Bertemu Real Madrid

Liputan

Madrid Bangun Serangan dari Semua Lini